Suaka Elang ; Agar Tetap Terbang Bebas

suakaELANG2Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor: SK.132/IV-KKH/2011 tentang Penetapan Empat Belas Spesies Terancam Punah.
Keempat belas spesies tersebut adalah Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) ,  Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), Banteng (Bos javanicus), Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus), Komodo (Varanus komodoensis), Owa Jawa (Hylobates moloch), Bekantan (Nasalis larvatus), Anoa (Bubalus quarlesi dan Bubalus depressicornis), Babirusa (Babyrousa babyrussa), Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), dan Maleo (Macrocephalon maleo).

Khusus untuk Elang Jawa, beberapa taman nasional melakukan konservasi  seperti Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) , Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan baru-baru ini juga terpantau di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Beberapa upaya konservasi terus dilakukan untuk melindungi hewan yang terancam punah ini.

Aksi Konservasi

Upaya penting yang perlu menjadi bagian dari kegiatan konservasi raptor adalah membangun kesadaran semua pihak dan masyarakat umum tentang arti penting konservasi raptor yang merupakan ‘flagship species’ dan entry point yang strategis untuk kegiatan konservasi keragaman hayati secara keseluruhan. Upaya membangun kesadaran ini bisa dilakukan dengan berbagai cara dan pendekatan, diantaranya melalui kegiatan rehabilitasi dan pelepasliaran spesies yang sudah direhabilitasi dan pendidikan lingkungan serta wisata terbatas melalui pengembangan Suaka ELANG (Raptor sanctuary). Suaka ELANG ini diharapkan bisa berkontribusi langsung, khususnya pada upaya konservasi raptor dan umumnya semua potensi keragaman hayati yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Pelibatan berbagai pihak pemangku kepentingan yang merupakan bagian dari masyarakat dalam program kemitraan Suaka Elang merupakan upaya nyata keterlibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi elang.Bahkan program tersebut tidak berhenti dalam satu titik, namun juga akan menjadi program yang memiliki efek “bola salju”, semakin memperbesar jaringan masyarakat yang peduli dan berpartisipasi dalam konservasi elang melalui program pendidikan konservasi elang yang dikembangkan dalam kolaborasi tersebut.

Suaka Elang & Kemitraan

Kawasan TNGHS adalah untuk kawasan perlindungan (save it), kajian ilmiah (study it) dan pemanfaatan yang lestari (use it). Pengembangan Suaka ELANG di kawasan ini sebagai bentuk realisasi program kemitraan berbagai lembaga pemerintah dan LSM serta korporasi, disamping mendorong Permenhut No.P.19/Menhut-II/2004 tentang Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam tanggal 19 Oktober 2004 dan SK Menhut No. 390/KPTS-II/2003 serta Nota Kesepahaman Kemitraan Suaka Elang tahun 2007. Suaka Elang merupakan salah satu bentuk usaha menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada, bertujuan untuk memperkenalkan masyarakat kepada alam dan meningkatkan kesadaran akan nilai penting sumber daya alam yang beragam dalam sebuah ekosistem kehidupan. Pengembangan Suaka Raptor ini juga merupakan sebuah cara dalam menyebarkan informasi tentang usaha pelestarian dan perlindungan raptor pada suatu kawasan yang dilindungi atau kawasan-kawasan yang perlu dilindungi dengan menggunakan pendekatan pendidikan lingkungan dan wisata terbatas yang terintegrasi. Pendidikan lingkungan di Suaka Elang merupakan proses pembelajaran yang langsung dan berbasis pengalaman sehingga diharapkan bisa:

  1. mendukung kepedulian dan perhatian terhadap ekonomi, sosial dan keterkaitannya terhadap lingkungan ekologis;
  2. belajar dan mendapatkan pengetahuan, nilai, perilaku, komitmen, kemampuan yang diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup
  3. mendorong sikap hidup positif baik dari tingkat individu, kelompok, dan masyarakat secara keseluruhan terhadap lingkungan alamnya.

Anggota Kemitraan Suaka Elang

Hingga saat ini, pihak-pihak yang tergabung menjadi anggota kemitraan Suaka Elang adalah:

Pemerintah:

  1. Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak
  2. BB Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
  3. BB Konservasi Sumberdaya Alam Jawa Barat
  4. Pusat Penelitian Pengembangan Kehutanan & Konservasi Alam, Dephut
  5. LIPI

LSM:

  1. RAIN (Raptor Indonesia)
  2. PILI-Green Network
  3. Yayasan Cikananga (PPS Cikananga)
  4. IAR Indonesia
  5. Raptor Conservation Society – RCS
  6. mataELANG

Perusahaan swasta:

  • Chevron Geothermal Salak

Source:

  1. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
  2. Tempo
  3. Credit Photo By http://flickrhivemind.net/Tags/elang/Interesting
  4. Credit Photo By http://suakaelang.org/tentang-kami/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s