Lidah Buaya & Manfaatnya

Lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan tanaman yang dapat hidup di daerah tropis maupun subtropis dan sudah berabad-abad digunakan sebagai obat. Keunggulan pengobatan dengan meminum gel lidah buaya dapat menyembuhkan penyakit radang saluran pencernaan, bengkak, ginjal, dan cardiovascular dan juga dapat menurunkan kadar kolesterol serta triglyceride dalam darah. Selain itu, khasiat yang terkandung dalam lidah buaya seperti antiinflammatory, antibacterial, antifungal, antiviral, antioxidant dan antibiotik pernah dilaporkan dapat melawan beberapa penyakit (diabetes, kanker, alergi, AIDS) (Eshun, K. (2004) dan Reynolds and Dweck (1999)).

Zat aktif yang terkadung dalam A.vera memiliki aktivitas antara lain sebagai antivirus, antibakteri, obat pencahar, perlindungan terhadap radiasi, antiinflammatory (antiperadangan) dan immunostimulation (penstimulasi kekebalan tubuh), khususnya keberadaan polisakarida Acemannan ImmunostimulantTM mengaktifkan sel macrophage dalam darah dan mempercepat penyembuhan luka (Ni et al., 2004).

Ada dua bagian utama pada A. vera yakni lendir (exudate) dan gel bening (pulp) yang dihasilkan oleh sel mesophyll daun (Ni et al., 2004). Exudate lidah buaya terdiri atas yellow sap (lendir berwarna kuning) dan lendir tidak berwarna. Yellow sap mengandung komponen anthrone C-glycosidesaloe emodin dan aloin (barbaloin) sebagai kontaminan yang dapat merusak fibroblasts cell sehingga dapat bersifat Cytotoxic sedangkan lendir tidak berwarna mengandung berbagai jenis komponen fenolik serta bersifat menstimulasi perbanyakan sel (Danof and McAnalley, (1983) dan Danof, (1987)).

Gel bening (pulp/mucilage gel) digunakan secara luas dalam bidang pengobatan dan kosmetik. Bagian utama pulp mengandung berbagai macam polisakarida (mannan, galactan, arabinan, arabinorhamnogalactan, pectic, glucuronic acid yang terkandung dalam polysaccharide), mineral (aluminium, boron, barium, calcium, iron, magnesium, manganese, sodium, phosphorus, silicon dan strontium), protein (aloctin A, aloctin B, lectin (glycoprotein)), enzim hydrolytic,serta beberapa jenis protein lain)β-sitosterol, hidrokarbon rantai panjang, dan ester (Reynolds and Dweck (1999) dan Ni et al. (2004).

Source:

  1. Danof, I.E., McAnalley, W., 1983. Stabilized Aloe vera: effect on human skin cells. Drug and Cosmetic Industry 133, 52, 54, 105–106.
  2. Danof, I.E., 1987. Aloe in cosmetics—does it do anything? Cosmetics and Toiletries 102, 62–63.
  3. Eshun, K. And He Q. 2004. Aloe vera: a valuable ingredient for the food, pharmaceutical and cosmetic industries: a review. Crit. Rev. Food Sci. Nurt. 44: 91-96.
  4. Ni, Y., D. Turner, K. M. Yates, I. Tizard. 2004. Isolation and characterization of structural components of Aloe vera L. leaf pulp. Int Immunopharmacol. 4:1745-1755.
  5. Reynolds, T. and A. C. Dweck. 1999. Aloe vera leaf gel: a review update. J. Ethnopharmacol. 68:3-37.
  6. Credit Photo By http://www.hidupsehatbersama.com/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s