Demi Waktu : Manusia Bisa Beruntung, Bisa (juga) Merugi

Hari Ahad kemarin, malam tepatnya, saya mengajak istri untuk membeli makanan di luar. Beberapa remaja usia belasan tahun berkumpul dekat dengan kami sambil ngobrol-ngobrol tentang rencana tahun baru mereka. Yups, kegiatan tahun baru yang seru dan berkesan seolah-olah menjadi kegiatan wajib bagi setiap orang dengan berbagai motifnya. Merayakan, merenungi, dan mengharap tahun baru yang akan hadir menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya adalah sekian motif yang biasa dijumpai.

Namun begitukah sejatinya kita sebagai Muslim menyambut hari-hari (tahun) yang akan datang?. Tentunya hal ini tidak luput dari pandangan Islam mengenai waktu dan hari-hari yang dilewati makhluknya. Terbukti dalam AlQuran yang mulia, Allah subhanahu wata’ala telah berfirman (yang artinya) sebagai berikut :

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (Qs. Al-‘Ashr : 1 – 3).

Surat Al-‘Ashr yang tersebut di atas, merupakan surat yang sangat sering kita dengar dan bahkan beberapa diantara kita dapat menghapalnya tanpa harus membacanya sendiri, karna surat tersebut sering dibaca oleh imam-imam masjid di sekitar rumah kita.

Namun, apakah hanya cukup dihafal dan dibaca? Banyak kandungan makna dalam surat tersebut, diantaranya adalah Allah subhanahu wata’ala bersumpah dengan kalimat Demi Masa (waktu).  Waktu adalah nikmat yang besar yang diberikan Allah ‘azza wa jalla kepada manusia. Waktu yang digunakan untuk beribadah hanya kepada Allah ta’ala akan menjadi sebab masuknya manusia ke dalam surga dan menjadi mulia, demikian juga sebaliknya.

Selain itu, Imam Syafi’I rahimahullah berkata berkaitan dengan surat ini :

Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya itu akan mencukupi mereka(Tafsir Ibnu Katsir 8/499).

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Tsalatsatul Ushul menanggapi perkataan Imam Syafi’I rahimahullah di atas sebagai berikut :

Maksud perkataan Imam Syafi’I adalah surat ini telah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka agar memegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu. Beliau tidak bermaksud bahwa manusia cukup merenungkan surat ini tanpa mengamalkan seluruh syari’at. Karena seorang yang berakal apabila mendengar atau membaca surat ini, maka ia pasti akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan cara menghiasi diri dengan empat kriteria yang tersebut dalam surat ini, yaitu beriman, beramal shalih, saling menasihati agar menegakkan kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati agar bersabar

Pada surat tersebut, Allah ‘azza wa jalla  menyampaikan bahwa ada orang yang merugi dan sebaliknya ada orang yang beruntung (sukses). Dengan melihat pernyataan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah dalam menanggapi perkataan Imam Syafi’I rahimahullah mengenai surat ini maka dapat kita ketahui bahwa manusia yang tidak ingin berada dalam kerugian maka “akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan cara menghiasi diri dengan empat kriteria yang tersebut dalam surat ini, yaitu beriman, beramal shalih, saling menasihati agar menegakkan kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati agar bersabar”. Hal ini begitu sangat jelas bagi insan muslim yang berakal dan mendapat hidayah dari Allah ta’ala.

Semoga dengan kita merenungi dan menyadari nikmat waktu yang telah Allah ta’ala berikan dan merenungi kriteria manusia yang beruntung dan sukses, dapat mendorong kita untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah jalla jalaluhu. Amiin.

Semoga Bermanfaat..

Disarikan secara seringkas-ringkasnya dari :

http://rumaysho.com/tafsir-al-quran/tafsir-surat-al-ashr-orang-sukses-waktu-3483

http://muslim.or.id/al-quran/tafsir-surat-al-ashr-membebaskan-diri-dari-kerugian.html

Credit  Picture by http://makkah-and-madina.blogspot.com/2011/09/makkah-clock-tower.html 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s